Formulasi Kebijakan Pendidikan
Formulasi Kebijakan Pendidikan
1. Formulasi Kebijakan Pendidikan adalah perumusan konsep dan asas yang
menjadi garis besar serta dasar rencana dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan
sekaligus sebagai pedoman untuk manajemen atau pengelola pendidikan dalam usaha
mencapai tujuan dan sasaran pendidikan
2. Proses formulasi
kebijakan pendidikan melalui Perumusan, penetapan, implementasi hingga
evaluasi.
3. Menurut
Hasbullah, 2015, Pendekatan Formulasi
kebijakan pendidikan itu dibangun dari beberapa hal sebagai berikut:
a.
Pendekatan kelembagaan = formulasi kebijakan itu yang bisa membuat ya dari
pemimpin sekolah atau yang lebih di atasnya seperti dikdasmen.
b.
Pendekatan teori kelompok = kebijakan itu keluar karena beberapa kelompok
saling bertemu, saling tarik menarik karrna adanya satu kesatuan.
Kelompok-kelompok tsb dapat memberikan tuntutan ke pemimpin.
c.
Pendekatan teori Elit = kebijakan pendidikan itu dipengaruhi oleh kehendak kaum
elit ( seseorang yang memiliki kewibawaan yang sangat tinggi ini karena dia
memiliki keluasan pengetahuan yang sangat tinggi sehingga dapat dijadikan
sebagai panutan.
d.
Pendekatan Rasional= benar-benar dapat memilih sehingga hasil kebijakan ini
dapat menghasilkan manfaat yang sangat tinggi bagi masyarakat jadi kepentingan
masyarakat itu benar-benar ditekankan.
4. Bagaimana proses Formulasi kebijakan pendidikan ini harus
dibangun, diantaranya:
a. Perumusan
masalah, ini diawali dari adanya masalah, jika sudah ketemu masalahnya maka masalah
itu harus bisa didefinisikan dan dirumuskan dengan jelas kemudian membuat
spesifikasi dari permasalahan tersebut untuk menentukan kebijakan.
b. Penyusunan
agenda = masalah ini diagendakan untuk dicarikan solusi menyelesaikan masalah.
Saat ini kita harus memperhatikan syarat-syarat yang dapat dipenuhi terutama
dampak-dampak positif itu dapat dirasakan masyarakat, jadi saat ini kita sudah
bisa membayangkan dampak positifnya.
c. Formulasi
kebijakan, ini tahapan yang sangat menentukan dan memiliki dampak yang cukup
besar. Setiap orang mempunyai hak untuk mengusulkan kebijakan, setelah usulan-usulan
itu sudah didapat maka harus ada pemilihan alternatif kebijakan. Proses
pemilihan kebijakan ini yang sangat lama.
d. Legitimasi
kebijakan, setelah dipilih kwbijakan itu maka harus ada pengesahan alternative
kebijakan yang dipilih, ini biasanya butuh waktu yang cukup lama.
Dari proses dua ini dituntut pihak2 yang berkepentingan dibutuhkan
pengetahuan yang luas untuk menentukannya.
a. Legislatif=
anggota MPR, DPD, DPR, DPRD 1 dan DPRD 2
b. Eksekutif = Presiden,
Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, dan Kepala Dinas.
c.
Administrator = sebagai perumus dan implementator kebijakan memegang
peran penting. Ini menjadi tumpuan kualitas kebijakan
d.
Partai politik = dapat menempatkan anggotanya di dalam legislatif atau
eksekutif. Itu cukup kuat jika dapat memerankan perannya di dalaa merespon
permasalahan yang ada di negeri ini.
Contoh :
kebijakan itu untuk menjawab masalah. Saat pandemi sekolah tidak bisa
melaksanakan pembelajaran secara luring maka jika sudah tidak bisa melakukannya,
sekolah harus mengeluarkan kebijakan bagaimana teknis detailnya. Inipun akan
ada masalah-masalah sebagai turunan masalah. Saat anak masuk sekolah bagaimana
penyambutanya dan bagaimana sarana permasalahannya. Jika daring maka sarana yg
digunakan sekolah itu apa. Semua adalah formulasi yang harus ada saat
mengeluarkan lebijakan. Ini berupa edaran atau sosialiasi daring.
Kebijakan itu
suatu produk yang mengikat, tapi kalau kebijaksanaan itu sifatnya tidak
mengikat dan sifatnya lebih bersifat kasuistik. Contoh di sebuah sekolah ada
kebijakan aturan-aturan yang sudah ditetapkan ternyata saat pelaksanaan tidak bisa
dilakukan maka sekolah mengeluarkan kebijaksanakan untuk menyelesaikan masalah
agar lebih cepat dan sederhana.
Jika pada saat
penilaian kebijakan itu terdapat kesalahan maka jika sifatnya krusial, cara menetapkannya masuk ke perumusan maslah,ini
artinya melalui proses awal, akan tetapi jika sifatnya hanya revisi atau perbaikan yang
tidak terlalu substansinya maka bisa langsung masuk ke formulasi kebijakan.
Sonah
23 Oktober 2020

Komentar
Posting Komentar