MEMBUAT LINGKUNGAN KELAS KAYA TEKS

MEMBUAT LINGKUNGAN KELAS KAYA TEKS SD Muhammadiyah 3 “IKROM” Berdiri pada 2 Mei 2005, Ada yang unik dari SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage. Nomen klatur sekolah yang disertai nama IKROM ini tentu ada harapan yang besar didalamnya. Sebagai ustadz/ustadzah yang aktif hingga saat ini kita memiliki tanggung jawab agar harapan besar itu terwujud. Masuk tahun pelajaran 2022/2023 sekolah ini mendapat sertifikat nasional sebagai sekolah aktif literasi dari Nyalensia. Termasuk juga sekolah yang mengikuti kegiatan literasi numerasi mandiri tingkat kabupaten. Bahkan kepala sekolahnya masuk sebagai panitia inti dalam kegiatan literasi dan numerasi mandiri dalam forum kerja MKKS SD/MI Muhammadiyah se Kabupaten Sidoarjo. Terus geliatkan kegiatan literasi di semester kedua tapel ini. Meskipun paket lengkap kegiatan literasi dan numerasi mandiri telah berakhir akan tetapi harapan saya esensinya tetap bisa diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Salah satu contoh beberapa kelas yang ada dilantai bawah yaitu kelas 1, 2 Malaysia dan 3 Singapore telah didesain kelas literat. Standar kelas literat yang dimaksud disini terdapat pojok baca yang kaya teks. Testimoni baik dari murid maupun ustadz/zah pemilik kelas, setelah adanya pojok baca yang lengkap fasilitasnya ini anak lebih nyaman beraktifitas literat baik membaca, menulis, bermain menggunakan media matematis. Selain murid mendapat ilmu dan pengalaman hal tersebut juga dapat mengurangi pertengkaran atau bullying. Tentu kelas akan lebih menyenangkan dan jauh dari masalah. Salah satu kriteria disebut kelas literat adalah terdapat pojok baca yang banyak koleksi buku atau bahan bacaan lainnya seperti poster, brosur, majalah dll. Selain itu ciri khas pojok baca ini ada pohon literasi bisa didesain dari kertas, kain flannel atau ranting pohon benaran. Pohon literasi ini berfungsi sebagai tempat menempelkan/meletakkan aktifitas baca yang sudah dilakukan masing-masing murid. Bahkan pada waktu istirahat ustadz/ustadzah tidak melakukan pendampingan kegiatan murid pun Ustadz/ustadzah masih dapat mengecheck aktivitas literat yang telah dilakukan murid-muridnya. Tentu ini tidak dapat terjadi tanpa dikondisikan. Suatu contoh riilnya untuk kelas satu adalah ustadz/ustadzah meminta murid untuk menuliskan judul buku yang telah dibaca dikertas yang sudah disiapkan kemudian meletakkannya dicabang-cabang ranting pohon literasi tersebut. Tentu catatan ini akan semakin bertambah setiap harinya, hasilnya catatan-catatan murid ini nantinya dapat menjadinya kelas kaya teks. Hal tersebut dapat memicu murid dalam satu kelas minimal membaca tulisan-tulisan temannya, bisa jadi dia tertarik untuk membaca buku yang dibaca temannya. Kelas kaya teks ini menjadi kelas dambaan dan akan menambah barokahnya selain bisa dijadikan pajangan kelas juga dapat membuat anak didik kita kemampuan literasinya meningkat. Tidak terasa budaya membaca atau menulis itu akan terbentuk dengan sendirinya. Tentu ini karena usaha keras dari ustadz/zah pemilik kelas untuk mewujudkan kelas literat. Hal yang pernah kita lakukan dari awal sekolah ini berdiri adalah memberikan lebel untuk seluruh benda atau tempat yang bermanfaat terutama fasilitas umum yang ada di kelas. Suatu contoh tempat lost and found yaitu kotak yang disediakan sebagai tempat barang yang hilang agar pemilik barang mudah menemukan barangnya yang hilang. Hal ini sangat baik dilakukan selain fungsinya untuk memperkaya teks di kelas juga dapat menanggulangi barang yang hilang dikelas ujungnya jika tidak ketemu akan ditanya wali murid kita.Tentu masih banyak hal lainnya yang dapat dilakukan agar kelas memenuhi kriteria kaya teks. Selamat mendesain kelas menjadi kelas literat, Insyallah usaha ini akan dapat membuat raport mutu sekolah kita semakin meningkat. 30 Desember 2022 Sonah

Komentar

Postingan Populer