LAPOR PMO 3 SEKOLAH PENGGERAK ANGKATAN 2
Alhamdulillah kegiatan Pokja Menejemen Operasional (PMO) ke 3 dapat kami laksanakan di auditorium Ikrom milik sekolah pada pukul 12.30 - 14.30 yaitu pada tanggal 4 Desember 2023, diikuti oleh 37 guru. Alhamdulillah suasana kondusif dan semua peserta dapat mengikuti dari awal hingg akhir kegiatan ini. Adapun data yang saya laporkan dalam platform sekolah penggerak sebagai berikut :
A. Refleksi dari hal yang sudah berjalan
dengan baik.
Pada PMO 1 yang mengangkat permasalahan tentang Bullying sudah tuntas permasalahannya melalui implementasi solusi masalah bullying kurang lebih dua bulan. Ketuntasan itu dapat dilihat dari hasil refleksi melalui bitly, hasilnya dari 24 koresponden . Oleh karena itu PMO ke dua sub topik Bulling diganti dengan pembelajaran berdeferensiasi. PMO ke dua dapat dipetakan tentang kendala apa saja, kenapa kendala itu terjadi dan bagaimana mengatasi solusi terkait pembelajaran deferensiasi. Dari hasil refleksi PMO ke tiga didapatkan hasil bahwa dari enam solusi yang disepakati ternyata baru satu solusi yang diimplementasikan sedangkan lima lainnya belum. Adapun solusi yang sudah tuntas dilaksanakan diantaranya :1. Merefresh kembali pengetahuan guru terkait model Pembelajaran melalui keg KKG
B. Refleksi dari hal yang belum berjalan dengan baik diantaranya :
1. Melaksanakan kegiatan workshop memecah
CP menjadi TP dan ATP
3. Guru mempelajari materi metode
pembelajaran secara mandiri di PMM
4. Guru mempelajari materi menejemen kelas
secara mandiri di PMM.
5. Guru mempelajari materi pembelajaran
berdeferensiasi secara mandiri di PMM.
1.
Guru belum mendapatkan rekap gaya belajar
masing-masing murid karena tim BK belum berhasil menyelesaikan penilainnya
karena terjeda cuti melahirkan, saat ini masih proses pengerjaan.
2.
Belum belajar mandiri di PMM terkait materi
metode, menejemen kelas maupun pembelajaran berdefrensiasi karena adanya
keterbatasan waktu mengingat full day school hingga pukul 16.00 WIB dan factor lainnya
guru kesulitan memilah dan memilih materi yang sesuai di PMM.
3.
Belum menerapkan pembelajaran berdeferensiasi
karena adanya rasa kuwatir jika membedakan evaluasi, murid akan minder dan
merasa tidak mampu.
4.
Belum melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi
karena guru belum tahu secara pasti gaya belajar masing-masing murid.
D. Solusi mengatasi kendala yang sudah kita sepakati untuk diimplementasikan
diantaranya :
1. 1. Mempelajari
seluruh video PMM yang ada di rekap PPT PMO 3 atau menyelesaikan belajar secara
mandiri di PMM
2. 2. Memanfaatkan
waktu liburan SAS1 ini untuk menyelesaikan pembelajaran di PMM
3. 3. Mennetukan KKO
anatara anak yang mampu dan masih belum menentukan level C1,C2,C3 dst
4. 4. Mengikuti workshop
penyusunan TP dan ATP
5. 5. Menyampaikan
dengan baik kepada murid bahwa perbedaan model soal itu untuk mempermudah
mengerjakan soal sehingga murid tidak minder.
6. 6. Mempelajar gaya
belajar masing-masing murid sehingga dapat menerapkan pembelajaran
berdeferensiasi.
D Demikian lapor PMO yang sudah saya lakukan sebagai kepala sekolah penggerak angkatan kedua. Semoga tulisan ini bermanfaat buat semua. Banyak kekurangannnya saya tunggu comen koreksi yang membangun. Terimakasih

Komentar
Posting Komentar