Assalamu’alaikum Wr Wb
Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillahirrabil’alamin, pada hari ini Rabu, 13 Desember 2023 kita diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah Swt untuk menyelenggarakan kegiatan Student Schot Camp 2K23 di Tanjek Wagir.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasul Allah Muhammad SaW yang telah mewariskan kepada kita AL Qur’an dan Hadits sebagai pegangan dan pedoman bagi kita di dunia dan akhirat.
Ustadz/ustadzah dan anak-anakku semua boleh ustadzah membaca puisi untuk special HW kali ini?
*Kutinggalkan*
_Kutinggalkan Kenyamanan_
_Kutinggalkan keamanan_
_Demi untuk perubahan_
_Hal yang mempengaruhi masa depan_
_Seakan tidak memungkinkan_
_Tapi aku tetap harus merasakan_
_Aku yakin akan mendapat banyak hal_
_Hal yang akan menguatkanku dalam kehidupan_
_Student Schoot Camp Namanya_
_Kegiatan yang akan membawaku dalam alam_
_Tidak menggantungkan dalam kemanjaan_
_Dengan usaha sendiri dan kerjasama aku akan bisa._6
Hari ini kita melakukan apel untuk kembali mengingat sejarah berdirinya Kepanduan Hizbul Wathan. Hizbul Wathan (HW) yang artinya pembela tanah air, adalah nama gerakan kepanduan dalam Muhammadiyah. Hizbul Wathan didirikan oleh KH Ahmad Dahlan dengan nama semula “Padvinder Muhammadiyah” dua tahun kemudian diganti dengan nama “Hizbul Wathan”. Mengapa Kepanduan HW didirikan oleh KH Ahmad Dahlan? KH Ahmad Dahlan tertarik pada sistem pendidikan kepanduan karena menggunakan metode menarik, menyenangkan dan menantang dalam membentuk watak generasi muda. Beliau yakin, sistem kepanduan ini dapat digunakan sebagai sarana pembentukan kader Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia. Dengan metode kepanduan, anak, remaja dan pemuda dilatih untuk mampu menjadi warga masyarakat yang berguna, mandiri dan berakhlaq mulia.
Sebagai anak dari organisasi Muhammadiyah, Hizbul Wathan terkait erat dengan cita-cita Muhammadiyah menyiapkan dan membina anak, remaja dan pemuda menjadi manusia muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader Persyarikatan, Umat dan Bangsa.
Penyair (Syauqi Bey) mengatakan,”Sesungguhnya bangsa itu jaya selama mereka masih mempunyai akhlak (yang mulia). Maka apabila akhlak (yang mulia) itu telah hilang, maka hancurlah bangsa itu”. Buya HAMKA juga menyatakan,”Tegak rumah karena sendi, runtuh sendi rumah binasa; Sendi bangsa adalah budi, runtuh budi runtuhlah bangsa.

Komentar
Posting Komentar