Mengenali Diri dan Perannya Sebagai Pendidik
A. Konsep
Pendidik merupakan penuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar dapat memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Menurut Ovelia Candra Pertiwi dan Hery Setiyatna (2021), pendidik merupakan profesi dan jabatan yang memerlukan keilmuan khusus. Ada beraneka macam syarat, kompetensi, fungsi dan kode etik serta tugas yang harus dikuasai dan dijalani untuk menjadi seorang pendidik.
B. Karakteristik
Peran pendidik adalah dapat mengantarkan murid-murid untuk berdaya dan menjadi manusia merdeka. Manusia merdeka merupakan manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan dirinya baik lahir maupun batin tidak tergantung pada orang lain. Seorang pendidik hadir setiap hari untuk murid - murid. Kehadiran pendidik sangat dibutuhkan murid, baik untuk mendidik maupun untuk mengajar. Didikan seorang pendidik terkait perbaikan etika dan karakter murid sangat dinanti. Begitu juga peran pendidik sebagai fasilitator dalam memberikan ilmu akademik juga sangat berharga.
Kihajar Dewantara dalam dasar-dasar pendidikan menyatakan maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat pada anak-anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Hal ini senada dengan tulisan Made Sugiarto, dkk (2019), Pendidikan merupakan usaha menumbuhkan potensi-potensi manusiawi murid baik potensi fisik maupun potensi cipta, rasa, maupun karsanya agar potensi itu menjadi konkrit dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya.
C. Implementasi
Langkah awal sebagai pendidikan adalah harus mampu bagaimana memaknai dan menghayati pribadi kita sebagai manusia yang merdeka untuk terus belajar. Dengan demikian guru harus mempunyai kesadaran akan kebutuhan menambah kapasitas diri. Seorang guru perlu terus belajar. Peran kita sebagai pendidik atau guru perlu terus ditingkatkan dengan cara belajar. Saat ini guru dapat juga belajar secara mandiri. Belajar secara mandiri berarti seorang guru telah mengatur diri sendiri dan ini bagian dari perjalanan kita menjadi manusia merdeka.
Guru memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan seorang murid. Hanya guru yang mau terus belajar yang. Jika seorang guru menginginkan murid-muridnya kelak menjadi pribadi yang mandiri dan merdeka tentunya penting untuk mereka mengenali diri, berdaya untuk menentukan tujuan dan kebutuhan belajarnya yang relefan dan kontekstual terhadap diri dan lingkungan.
D. Penyimpangan
Pendidik zaman dulu dengan pendidik zaman sekarang jauh berbeda. Gaya belajar murid saat ini jauh berbeda dengan zaman kita bersekolah dulu. Pandemi Covid – 19 telah membawa dampak yang cukup besar di dunia pendidikan. Menurut Ririn Novitayanti Putri (2020) menyatakan bahwa pandemi COVID-19 adalah wabah penyakit yang sangat luas penyebabnya adalah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sars-CoV-2 merupakan nama Virus penyebab COVID-19.
Virus corona ditularkan antara hewan dan manusia (zoonosis). Sedangkan penularan pada manusia dari virus ini melalui percikan bersin/batuk (droplet). Wabah penyakit yang merubah tatanan kehidupan, menyebabkan perbedaan cara belajar murid zaman dulu dengan murid saat ini. Murid-murid kita kini mempunyai cara belajar yang berbeda dengan kita, mereka fasih dalam teknologi. Menjadikan internet sebagai salah satu belajar utama. Mereka bisa dengan cepat mencari dan mengkonfirmasi pengetahuan dengan teknologi dalam genggaman. Menjangkau pengetahuan sekalipun tanpa kita berikan.
Sebagai seorang guru sekarang ini, apa yang perlu kita selaraskan agar dapat menjadi pendidik yg relevan dengan konteks jaman. Murid-murid kita sudah berbeda jauh dari kita. Tapi mereka tetap butuh kehadiran sosok pendidik. Peran kita sebagai pendidik agar dapat menuntun kekuatan kodrat dari murid-murid kita. Bagaimana kita bisa menjaga hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat murid-murid kita. Setiap murid itu pasti memiliki kodrat masing-masing, jika guru mampu mengenali dan menggali pasti kodrat itu akan lebih cepat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.
E. DAFTAR PUSTAKA
Pertiwi, Ovelia Candra. Hery Setiyatna. (2021). Hakikat Profesi Guru. Surakarta: Prodi Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN. Tersedia dari academi.edu.
https://www.academia.edu/46936825/HAKIKAT_PROFESI_GURU
Putri, Ririn Noviyanti. (2020). Indonesia dalam Menghadapi Pandemi Covid-19. Batanghari Jambi: Universitas Kader Bangsa. Tersedia dari researchgate.net.
https://www.researchgate.net/publication/343012086_Indonesia_dalam_Menghadapi_Pandemi_Covid-19.
Sugiarto, Made ( 2019). FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA (TOKOH TIMUR), Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 2 No 3.
FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA (TOKOH TIMUR) | Jurnal Filsafat Indonesia (undiksha.ac.id)
Profil Penulis:
Saya Sonah lahir di Lamongan tanggal 24 Mei 1982 Merupakan alumnus S2 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo program studi Menejemen Pendidikan Islam. Tertarik pada pendidikan sejak berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada prodi Pendidikan Matematika. Kemudian mengambil program penyetaraan PGSD di Universitas Terbuka Sidoarjo. Sekarang ini mengajar di SD Muhammadiyah 3 ”IKROM” Wage. Bergabung di SD Muhammadiyah 3 ”IKROM” Wage sejak tahun 2007. Kini mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Prestasi yang dicapai menjadi kepala sekolah penggerak. Penulis juga sebagai kontributor PWMU.CO, media online milik Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur. Penulis juga menulis buku antologi yang pertama berjudul ”Inspirational Quotes: REFLEKSI MILENIAL,DIGITAL DAN SPIRITUAL” dan buku antologi puisi guru yang berjudul “ Muara Suara” dalam Festival Literasi Kab. Sidoarjo.
Karya Ilmiah yang pernah ditulis berupa jurnal penelitian pendidikan ada pada link berikut: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=nPkv0BUAAAAJ&citation_for_view=nPkv0BUAAAAJ:u5HHmVD_uO8C
Untuk memperluas komunikasi dan kolaborasi penulis dapat dihubungi pada WA: 085731272762, Email: sonahseno46@gmail.com, Fb: sonahsonah , Instgram: sonahseno.

Komentar
Posting Komentar