GURU ADALAH TELADAN

MENCETAK PARA JUARA DALAM 12 BULAN

BAB 2

"Menjadi guru teladan bukan hanya menjadi intellectual father yang mampu memuaskan rasa ingin tahu murid, tapi juga benar-benar siap sebagai spiritual father yang dapat memenuhi kehampaan sekaligus kedahagaan moral-spritual bagi semua muridnya"

GURU ADALAH TELADAN

Dengan memiliki kepribadian yang luhur, mulia, dan bermoral seorang guru akan mampu menjadi teladan bagi muridnya. Keteladanan yang diberikan oleh guru akan berdampak besar terhadap kepribadian murid. Guru adalah pihak kedua dari setelah orang tua karena waktu guru bersama murid paling banyak berinteraksi dengan murid. Oleh sebab itu guru sangat berpengaruh dalam perkembangan seorang murid. 

Seorang guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat kompleks bagi pencapaian tujuan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dan memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, namun harus dapat menampilkan kepribadian yang baik, menarik dan akhlak yang mulia sehingga mampu menjadi teladan yang baik bagi muridnya. 

Oleh sebab itu, dalam menunaikan tugasnya seorang guru tidak boleh hanya sebatas kata-kata. Dia harus mengaplikasikan kata-katanya dalam bentuk prilaku, tindakan, dan contoh-contoh sehingga mampu menjadi teladan dan bisa memberi motivasi bagi murid-muridnya. Menurut pengalaman para ahli pendidikan, sikap dan tingkah laku seorang guru jauh lebih efektif dibandingkan dengan perkataan yang tidak dibarengi dengan amal nyatanya. 

Diantara kriteria guru yang sesuai dengan teladan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw, adalah : 

1. Mengiklhaskan ilmu kepada Allah Swt

Mengiklhaskan ilmu sebagai sebagai amal ibadah kepada Allah Swt. Mengajar sebaiknya diniatkan untuk memberi manfaat kepada murid dengan ilmu pengetahuan dan amal yang guru lakukan. 

2. Berprilaku jujur

Kejujuran bagi seorang guru ibarat mahkota yang menghiasai kepalanya. Kejujuran adalah penyelamat bagi guru baik di dunia maupun di akhirat. Jika seorang guru berbohong maka akan kehilangan kepercayaan muridnya terhadap ilmu pengetahuan yang disampaikannya kepada mereka.

3. Walk The Talk

Kesesuaian perkataan dengan tindakan akan lebih cepat diterima murid dari pada perkataan saja. Oleh sebab itu guru harus menegakkan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari, baik saat mengajar maupun ketika dalam pergaulan dilingkungan masyarakat. 

4. Berlaku adil dan egaliter terhadap murid

Sudah menjadi kodrat, setiap orang terlahir dalam kondisi yang berbeda. Seorang guru akan menemukan kondisi yang beragam ketika bertemu murid-muridnya. Memberikan keistimewaan sebagian dari sebagian yang lain merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan guru. Seorang guru hendaknya bersikap adil kepada seluruh muridnya, baik itu dalam penilaian, pemberian tugas dan kewajiban maupun pembagian kelompok belajar. 

5. Berprilaku tawadhu

Tawadhu merupakan sifat yang paling terpuji. Seorang guru yang memiliki sifat tawadhu akan terlihat agung dan berwibawa. Dia akan dihormati dan dihargai oleh murid-muridnya. Guru yang memiliki sifat tawadhu ini akan mudah menyampaikan ilmu, mengajar, memberikan, menasehati dan berinteraksi dengan muridnya. Semua yang disampaikan akan diterima dengan senang hati oleh muridnya, sebab pribadi yang tawadhu biasanya akan terasa sangat menyejukkan dan menyenangkan. 

6. Memiliki keberanian

Seorang guru harus berani mengatakan kebenaran, mengakui kekeliruan dan mengakui kelemahan. Mengakui kesalahan dan kelemahan bukanlah tindakan yang menhinakan, tetapi justru menambah kemuliaan dan martabat seorang guru. Mengakui kesalahan sama sekali tidak mengurangi kedudukan seorang guru. Justru dengan mengakui kekeliruannya seorang guru dapat memperbaiki kesalahnnya. Sebab guru yang buruk adalah guru yang terus menerus mengulangi kesalahan yang sama dan tetap bersikeras mempertahankan kesalahan tersebut. 

7. Memiliki jiwa humor

Humor yang segar dan cerdas merupakan ungkapan kreatifitas yang lumrah, sebagaimana kreativitas bisa mengubah berbagai peristiwa sehari-hari menjadi sesuatu yang baru dan menarik, humor bisa memecahkan logika yang nyata menjadi plesetan peristiwa yang sama sekali tidak terduga. Menggunakan humor saat mengajar akan membuat suasana belajar menjadi semakin menarik dan menyenangkan. Semua dilakukan untuk menghindarkan kebosanan dan kejenuhan yang sering kali muncul dalam suasana kelas. 

8. Mampu mengontrol emosi

Kemampuan mengontrol emosi dengan baik adalah salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang guru. Sesuai Sabda Rasulullah Muhammad Saw "kekuatan itu bukanlah dengan kekerasan. Akan tetapi, kekuatan itu adalah orang yang dapat menguasai didrinya ketika diliputi amarah. Seorang guru yang mudah kehilangan kontrol akan sulit untuk melihat sebuah kebenaran. Akibatnya ia tidak akan bisa bersifat objektif di depan murid-muridnya. Oleh sebab itu seorang guru harus tetap menguasai akal sehatnya sekalipun ada peristiwa yang membuatnya sangat marah. 

9. Mampu menjaga lisan 

Mulut adalah harimaumu, demikian ungkapan yang sering kita dengar. Arinya seorang guru harus mampu menjaga lesannya. Guru harus menghindari kebiasaan mengeluarkan ucapan keji, umpatan dan menhina orang lain, karena sikap tersebut dapat merusak jiwa, memperburuk karakter dan jauh dari kemuliaan seorang guru. Oleh sebab itu, seorang guru harus senantiasa berusaha hanya mengeluarkan sesuatu yang baik dari mulutnya. Sebab setiap ucapan yang baik dan ungkapan yang terpuji akan membekas terhadap orang yang mendengarkannya. 

10. Membangun sinergi dan bermusyawarah dengan guru lainnya

Guru sering kali menghadapi masalah yang sulit dan rumit yang membuat dirinya resah dan bimbang. Dalam kondisi seperti ini seorang guru hendaknya meminta pendapat kepada orang lain, misalnya kepada rekan-rekannya sesama guru. Dalam konteks pendidikan musyawarah sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Musyawarah yang dilakukan secara berkala oleh para guru dapat dijadikan sebagai ajang evaluasi untuk menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. 


Komentar

Postingan Populer