Langkah Cerdas untuk Disabilitas
Disabilitas adalah kondisi ketika tubuh atau pikiran mengalami keterbatasan yang menyebabkan pengidapnya kesulitan dalam melakukan aktivitas tertentu atau berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Disabilitas akan dapat ditekan jika lingkungan memfasilitasi untuk mengurangi keterbatasan seseorang. Suatu misal seorang murid memiliki kekurangan berbicara, maka untuk mengurangi keterbatasan tersebut guru harus bisa memfasilitasi evalusi secara tulis.
Situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan itu juga dapat menciptakan lingkungan disabilitas. Contoh yang ada di negara Australia yang merupakan negara suaka. Negara tersebut sangat berpotensi disabilitas dikarenakan beragamnya latar belakang murid. Keanekaragaman latar belakang tersebut mengakibatkan beragamnya bahasa yang akan timbul di sebuah kelas. Masing-masing baik guru maupun murid akan tercipta disabilitas dikarenakan miskomnya bahasa. Solusinya adalah saling memahami keberagaman tersebut.
Pendidikan inklusif itu berkaitan dengan kehadiran penyandang disabilitas. Setalah hadir di sekolah inklusif anak2 itu harus berpartisipasi dan berprestasi. Untuk itu jangan disendirikan meski tidak mungkin belajar bersama. Minimal anak disabilitas bisa membaur dengan anak lainnya saat istirahat.
Secara konsep dan pola pikir tetang inklusif anak-anak yg dikucilkan juga masuk disabilitas. Meskipun anak tersebut tidak masuk dalam ciri-ciri kategori anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang inklusif supaya dapat menghindari dari terciptanya disabilitas.
Ketua Komisi Anak, Muhammad Zamroni khudori dari Tulangan. Anggota DPRD kab Sidoarjo ada di komisi A. Beliau menyampaikan "semua sekolah harus mau menerima anak berkebutuhan khusus karena mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Sekarang sedang digodog dan akan disahkan perda ttg perlindungan disabilitas di Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian mewajibkan pemerintah daerah untuk memnuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Mari kita berempati, krn tidak ada satupun keluarga yang menghendaki mendapat karunia anak seperti itu. Setidaknya kita bisa meringankan sedikit penderitaan mereka.



Komentar
Posting Komentar