Ecobrick Menjadi Pilihan Fasilitas Edukatif Sekolah Adiwiyata.

Ecobrick Menjadi Pilihan Fasilitas Edukatif Sekolah Adiwiyata.

 Ecobrick menjadi pilihan fasilitas edukatif siswa kelas 3-5 SDM 3 IKROM Wage sebagai sekolah Adiwiyata saat berkegiatan Explorer Day, Selasa 7 Januari 2025 pukul 07.30 - 14.30 WIB.

Sebanyak sepuluh bus memuat 520 siswa kelas 1 - 5  SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage untuk mengikuti kegiatan Explorer Day di Tlogo Sewu Pandaan Pasuruan.

Setelah mengikuti kegiatan pembukaan berupa senam ceria dan simbolik kepruk air oleh kepala sekolah, kemudian seluruh murid mengikuti berbagai permainan outbond. 

Pada sesi akhir kegiatan edukatif dibagi menjadi dua yaitu kelas 1-2 bertanam padi di sawah sedangkan kelas 3 - 5 mengikuti kegiatan membuat Ecobrick. 

Tim outbound Jacklawu adventure membuka acara giat edukatif kelas 3-5 dengan memaparkan apa itu ecobrick, bagaimana cara membuatnya dan kenapa ecobrick dapat berperan dalam mengatasi masalah bumi. 

Ecobrick beradal dari kata "ecology" yang merujuk pada ekologi dam brick yang artinya bata. Ecobrick sering disebut sebagai bata ramah lingkungan. Ecobrick dicetuskan oleh pria asal kanada, russel Maier dan istrinya yang berasal dari Indonesia, Ani Himawati Maier. Pasangan suami istri ini tinggal di filipina. 

Presentasi dilanjutkan terkait bahaya sampah plastik yang sulit teruarai sehingga kita harus mengurangi sampah plastik dengan cara bijak disampaikan Novi salah satu tim Jacklawu adventure, diantaranya sedotan plastik akan terurai dalam kurun waktu 450 - 500 tahun. Plastik kemasan botol dapat terurai selama 50 - 80 tahun. Kantong platik dapat terurai selama 10 - 20 tahun.

Sedangkan kaleng minumam seperti kaleng fanta, milo bisa sampai 200 tahun dan yang terakhir kain baju yang di pakai dapat terurai 1- 5 tahun kertas terurai 2-5 bulan. Sampah organik yang ada di sekitar yaitu daun kering dapat terurai 1- 2 bulan. Dengan demikian sampah plastiklah yang paling lama terurai, maka kita harus daur ulang menjadi produk bermanfaat. Bahan sebagai ecobrick ditata menjadi kursi. 

Makaila siswa kelas 5 Ar Royan dapat menyampaikan presentasi cara membuat ecobrick dengan baik dan bahkan dia sudah siap dengan propertinya yaitu gunting, ini sungguh luar biasa, tutur Novi tim jaclawu adventur menyampaikan rasa kagumnya terhadap Makaila.



Adapun cara membuat ecobrick sebagai berikut:

1. Siapkan botol plastik ukuran 1500 ml dan tutupnya

2. Berbagai macam plastik digunting kecil-kecil 

3. Masukkan plastik dan padatkan menggunakan tongkat kayu

4. Padatkan plastik hingga penuh lalu tutup botolnya. 

5. Timbang sesuai ukurannya agar tidak penyok saat digunakan. 

Terakhir Baktiar sebagai salah satu tim Jacklawu adventure menyimpulkan bahwa untuk menjaga lingkungan daripada sampah plastik dibakar sebaiknya digunakan untuk ecobrick. Sebenarnya dengan teknologi yang lebih canggih, sampah plastik dapat panaskan kemudian di jadikan batu bata, tapi kita disini dengan cara mudah dan sederhana dapat mengubah sampah plastik yang dapat menggangu bumi berdaya fungsi dengan baik. 






Komentar

Postingan Populer