Foskam SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke Mashohatuddin school
Foskam SD/MI muhammadiyah kabupaten Sidoarjo laksanakan edu trip ke Thailand, salah satu tujuannya untuk berkunjung ke Mashohatuddin school, 16 Januari 2025.
Kegiatan Edu Trip ini diikuti oleh dua puluh satu kepala sekolah SD/MI Muhammadiyah kabupaten Sidoarjo. Dilaksanakan selama enam hari yaitu 14 - 19 Januari 2025.Salah satu kegiatan ini untuk mengunjungi sekolah - sekolah islam dan beberapa destinasi ternama di Thailand. Travel yang digandeng dalam kegiatan ini adalah PT Salam Mandiri Sejahtera yang terkenal dengan travel Salamadina.
Rombongan terbang dari bandara internasional Juanda tepat pukul 18.00 WIB kemudian transit di bandara Changi Singapore pukul 24.00. Seluruh rombongan beristirahat di bandara kemudian melanjutkan perjalanan ke Bangkok menggunakan pesawat scoot kembali pukul 06.00 - 09.00.
Tepat pukul 08.20 peserta edu trip check out hotel Baan Thai Boutique yang beralamat di 36/1-2 jalan Ramkhamhaeng Huwa Mark, Bangkapi, Bangkok. Hotel ini dipilih oleh salamadina sebagai tempat beristirahat dan sarapan pagi karena memiliki sertifikat halal. Lokasi Hotel ini juga sangat strategis berjarak 1,8 km dari Stadion Thailand.
Pukul 09.00 tepat sampai di Masohhatudden school. Kedatangan rombongan diterima dengan baik oleh beberapa santri dan pimpinan pesantren yang menggunakan baju dan songkok putih serta bawaan sarung. Khas sekali dengan pesantren yang ada di Indonesia.
Sebelum acara pembukaan kami menonton profil sekolah dan beberapa berita online liputan kegiatan sekolah ini di channel TV Thailand. Pertemuan itu berlangsung di satu ruang yang penuh dengan pajangan kitab.
Sambil menikmati jamuan kue dan minum, tamu menonton TV berusaha menyimak informasi berbahasa melayu tentang sekolah Masohhatudden yang berbasis pesantren ini.
Tepat pukul 09.30 acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari Umar Khamdan Bin Zainul Abidin selaku generasi ke 4 pemilik pondok. Dalam sambutannya berbahasa Thai beliau sampaikan rasa senang dan terimaksih karena mendapat tamu muslim.
Meski muslim di sini minoritas tapi saya bangga dapat mendirikan pesantren dan tidak dirintangi oleh pemerintah. Semoga lulusan kami nanti dapat berkontribusi dalam menebar ajaran islam, imbuh Umar Khamdan Bin Zainul Abidin yang menggunakan kostum gamis dan bersurban putih.
Sambutan kedua disampaikan ketua Foskam, Nanang Rouful Akbar, M.Pd. Nanang membuka sambutan dengan salam dan memperkenalkan bahwa rombongan merupakan gabungan kepala sekolah Muhammadiyah kabupaten Sidoarjo yang jika ditotal murid Muhammadiyah mencapai 8000 an.
Tambahan sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan bertamu adalah untuk bersilaturrahim ke saudara muslim, beliau menguatkannya dengan membaca surat Al Hujurat ayat 13 beserta artinya.
Kami berharap pulang dapat membawa oleh-oleh berupa inspirasi terkait budaya, sistem pendidikan dan pengelolaan pondok serta beberapa program pesantren dan tidak kalah penting nanti kami membawa pulang AOP ( Agreement Of Partnership). Nanang yang juga KS dari Mukrida menambahkan dalam sambutannya.
Selanjutnya Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Sidoarjo Muhammad Kohar, S.Sos, M.Si mengisi sambutan yang ketiga. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa saat ini di Indonesia sedang dikembangkan pendidikan berbasis pesantren terutama jenjang SMP dan SMA. Tahun 2023 ada 300 pondok pesantren dan tahun 2024 sudah mencapai 444.
Kohar sangat mendukung adanya perkembangan pendidikan berbasis pesantren karena tantangan zaman kedepan tidak hanya menambah pengetahuan akan tetapi pendidikan karakter jauh lebih penting. Terlebih semua itu selaras dengan konsep pendidikan kh Ahmad Dahlan yang harus memadukan pengetahuan umum dengan agama.
Arum Dhalu, M.Pd salah satu peserta dalam kegiatan edu trip ini merasa senang karena telah mendapat inspirasi untuk memasukkan konsep pesantren dalam beberapa kegiatan bording di kelas atas.
Selesai sambutan-sambutan acara ditutup dengan tanya jawab dan penandatanganan dokumen AOP oleh masing-masing kepala sekolah.





Komentar
Posting Komentar