Draf Simple persiapan IWD

 A. Proses Piloting INOVASI

Alhamdulillah tahun 2017 SD Muhammadiyah 3 IKROM desa Wage kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo mendapat SK sekolah piloting projek literasi dari INOVASI oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.  Sedangkan tahun 2021 menjadi sekolah imbas numerasi dari INOVASI oleh sekolah piloting projek numerasi SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo.

Model piloting baik literasi maupun numerasi dari INOVASI ini sama yaitu terlebih dulu melaksanakan seleksi untuk membentuk tim FASDA (Fasilitator Daerah) kemudian Fasda yang terbentuk di TOT. Materi TOT yaitu pemahaman konsep dan metode pengajaran baik materi literasi maupun numerasi. Selanjutnya FASDA ini mendesiminasikan ilmunya ke perwakilan guru di sekolah Muhammadiyah baik SD/MI di kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 20 saat itu sebelum berkembang menjadi 22 saat ini. 

Setelah selesai desiminasi kemudian Fasda dan INOVASI melaksanakan pendampingan pelaksanaan pembelajaran dengan cara melaksanakan monev pembelajaran dan administrasinya langsung terjun melihat praktik guru mengajar ke sekolah-sekolah. Nah puncak acara penutupan dilaksanakannya showcase gelar karya media pembelajaran guru dan sekaligus pemberian reward kepada para guru yang sudah melaksanakan praktik baiknya.  Alhamdulillahnya waktu itu SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage menjadi tuan rumah showcase baik literasi maupun numerasinya. 

Sedangkan perbedaan model piloting keduanya adalah piloting literasi dibiayai penuh oleh INOVASI sedangkan numerasi berbiaya sendiri. Jalannya INOVASI menghibahkan ilmunya berupa TOT gratis kepada FASDA. Meskipun demikian kami seluruh sekolah muhammadiyah di kabupaten Sidoarjo  sangat antusias mengikuti desiminasi dan mempraktikkannya dalam kegiatan pembelajaran.  

Alhamdulillah waktu itu melalui MKKS yaitu Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Muhammadiyah kabupaten Sidoarjo melakukan terobosan biaya subsidi silang antar sekolah Muhammadiyah. Subsidi silang ini maksudnya sekolah yang jumlah muridnya banyak berbiaya lebih banyak dibanding sekolah yang jumlah muridnya sedikit. Oleh karena itu semua sekolah baik SD maupun MI Muhammadiyah se Kab. Sidoarjo dapat mengikuti desiminasi literasi dan numerasi dengan baik. 

B. Perubahan dampak yang muncul setelah pelaksanaan piloting numerasi.

Dampaknya terasa pada perubahan cara mengajar guru, awalnya guru mengajarkan numerasi kebanyakan belum memahami konten numerasi, sehingga metode mengajarnya kurang efektif dan mengajarnya belum kontekstual sehingga murid sulit memahami dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menjenuhkan dan murid mudah melupakan materi yang telah diajarkan guru. 

Akan tetapi setelah belajar numerasi cara mengajar guru sudah berbeda, guru memahami konten numerasi sehingga metode mengajarnya tepat, cara yang digunakan juga kontekstual dengan menggunakan  media pembelajaran yang telah disiapkan. Karena pembelajaran berbasis praktik, murid senang dan faham konsep matematika sehingga dapat mengaplikasikannya untuk menyelesaikan permasalahan matematis dalam kehidupan sehari-hari.  

Selain adanya perubahan cara mengajar guru, sekolah juga mengadakan perubahan yang cukup besar setelah menjadi piloting literasi yaitu menambahkan ekstrakurikuler yang kami beri nama PDS (pengembangan Diri Siswa) yang awalnya 16 menjadi 27 dan setelah dapat projek numerasi kami tambahkan lagi dua yaitu robotik dan coding hingga menjadi 29 saat ini. 

Kalau dikelompokkan PDS tersebut masuk dalam bidang olahraga ada 7 jenis, seni ada 6 jenis, akademik ada 6 jenis, agama ada 4 jenis, kepemimpinan ada 4 jenis dan  teknologi ada 2 jenis. Berikut daftar PDS menurut bidangnya:

1. Olahraga berjumlah 7 diantaranya atletik, panahan, renang, futsal, tenis meja, bulu tangkis, catur. 

2. Seni berjumlah 6 diantaranya krecil, bina vokalia, tapak suci, melukis/mewarna, I chef, Ikrom Speaking. 

3. Akademik berjumlah 6 diantaranya science club, mathematics club, Arabic club , English club, KKO mathematics, KKO science.

4.  Agama berjumlah 4 diantaranya qiro'ah, dacil, tahfidz, kaligrafi.

5. Kepemimpinan berjumlah 4  diantaranya takmir kidz, kader adiwiyata ,IKROMAN dan HW.

6. Teknologi berjumlah 2 diantaranya robotik dan coding. 

Dari beberapa dampak diatas yang telah kami rasakan ada dampak cukup besar yaitu peningkatan rapot pendidikan sekolah terutama dibagian numerasi terus meningkat mulai tahun 2022 prosentasi pencapaiannya 89%, tahun 2023 90% dan Alhamdulillah tahun 2024 100%, bahkan di tahun 2024 capaian paling tinggi diraport pendidikan SD Muhammadiyah 3 IKROM dibanding indikator lainnya adalah numerasi naik 10. 

C. Piloting Numerasi Menginspirasi Peserta Didik Perempuan Belajar dan Meningkatkan Kemampuan Dasar. 

Kemampuan dasar matematika dalam belajar numerasi semakin meningkat dengan adanya piloting numerasi dari INOVASI. Sebagai wujud keseriusan kami agar kemampuan matematis anak-anak semakin berkembang maka kami membuka PDS yang terkoneksi dengan pembelajaran STEM yaitu PDS Coding, Robotik, Science club, mathematic club, dokcil dan krecil. Kami juga menstandarkan pembelajaran seluruh pembelajaran menggunakan metode IKROM sesuai nama sekolah kami yaitu Inovatif, Kreatif, Kompetitif dan menyenangkan jadi kegiatan pembelajaran harus dirancang aktif, menyenangkan dan diusahakan sekontekstual mungkin. 

PDS yang jumlahnya 29 tadi bisa diikuti oleh semua anak didik baik laki-laki maupun perempuan. Termasuk PDS yang terkoneksi dengan STEM pesertanya lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Jumlah murid kami totalnya 633 terdiri dari  301 anak perempuan dan 332 anak laki-laki. Yang mengikuti PDS terkoneksi STEM jumlah anak perempuan sebanyak 104 sedangkan anak laki-laki 85. Jadi kalau kami simpulkan di sekolah kami kebanyakan anak perempuan yang memiliki ketertarikan lebih di bidang STEM.  

1. PDS club science diikuti 24 perempuan dan 9 laki-laki. 

2. PDS club mathematics diikuti 9 permpuan dan 6 laki-laki. 

3. PDS Dokcil 28 perempuan dan 1 laki-laki

4. PDS Krecil diikuti semua anak perempuan sebanyak 34. 

5.PDS robotik diikuti semua anak laki-laki berjumlah 26. 

6. PDS coding diikuti 9 permpuan dan 43 laki-laki.

Jangankan batasan PDS untuk anak perempuan, anak berkebutuhan khusus saja juga bebas mengikuti PDS ini. Sepuluh anak berkebutuhan khusus terdiri dari 9 anak laki-laki dan satu anak perempuan yang belajar di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage yang memilih PDS STEM hanya satu yaitu ananda Diah satu-satunya anak perempuan memilih PDS Krecil. 

Berikut daftar sepuluh nama anak dan mengikuti PDS (tiga anak lainnya ada di kelas 6 yang tdk ada PDS) : 

1. Abil mengikuti PDS : atletik, tapak suci, hw

2. Fadlan : atletik, renang, bulu tangkis

3. Dhiyah : i-chef, krecil

4. Ghifari: Futsal, Renang, melukis 

5. Alfa: Tapak Suci

6. Ahmad: Melukis

7. Nizam : Tapak suci

8. Dilan : Renang, tapak suci

9. Sasa : Futsal, tapak suci, melukis 

10. Hazza : Tapak suci

Sebagai gambaran pembelajaran STEM di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage maka bisa diputarkan video yang sudah kami siapkan. 

Terlihat dalam video kegiatan pembelajaran science tentang materi fungsi batang bagian dari tumbuhan, agar memudahkan pemahaman materi murid praktik memasukkan batang tanaman kedalam gelas beaker yang sudah diisi air warna. Setelah itu akan terlihat fungsi batang dapat menyalurkan air dan zat hara. Contoh lainnya belajar melihat struktur bentuk daun dikotil dan monokotil maka anak akan melihat langsung jaringan tersebut menggunakan mikroskop digital tiga dimensi Contoh lagi guru mengajarkan materi gaya grafitasi maka anak diajak untuk menimbang suatu benda terlihat semakin berat bendanya maka akan tertarik ke bawah. Mengukur gaya pegas anak-anak belajar menggunakan neraca pegas

Begitu juga guru matematika mengajar materi jaring-jaring bangun ruang, guru kami mengajak murid untuk memahami materi dengan menggunakan media berupa bangun ruang dari barang bekas kardus. Mengajarkan menggunakan mini game operasi bilangan, maka dengan soal berantai anak-anak cepat-cepatan menyelesaikannya.

PDS Robotik yaitu membuat mini pompa dengan dinamo tamiya berdaya batrai mix solar panel sedangkan materi Coding baru materi dasar C++

Saya sebagai kepala sekolah bersama seluruh stakeholder sekolah akan terus berinovasi untuk menciptakan pendidikan yang bermutu. Saya selama ini juga mengambil langkah dalam mengembangkan sekolah fokus pada mutu pembelajaran dan berusaha memberikan fasilitas pendidikan sebaik mungkin. Khusus untuk fasilitas media dan alat pembelajaran saya sangat terbantu dengan adanya BOSKIN dengan adanya BOSKIN tersebut saya dapat memberikan dukungan sepenuhnya kepada guru yang membutuhkan alat dan bahan pembelajaran beserta alat dan bahan projek untuk murid juga semua dibiayai oleh sekolah dari dana BOSKIN. Dana tersebut kami alokasikan untuk peningkatan mutu guru, media dan alat pembelajaran saja.  Oleh karena itu kami sekolah swasta yang dituntut oleh masyarakat untuk bisa memberikan pelayanan terbaiknya sangat berharap BOSKIN tetap ada kalau bisa ditingkatkan jumlahnya. 


Komentar

Postingan Populer