Sonah KS SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage Mendapat Medali Perak Dalam Event OlympicAD Ke 7 di Bandung Tahun 2024.

 Alhamdulillah SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage kembali memberikan kontribusi cukup signifikan bagi pengembangan bakat dan minat baik guru maupun muridnya dalam event lomba Olympiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) Nasional VII. Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat.

Tergelitik dari tema besar event lomba yaitu “Membangun Kreativitas, Menumbuhkan Prestasi, Mewujudkan Pendidikan Berkemajuan Menuju Indonesia Emas 2045” ini, saya selaku kepala sekolah memiliki kesemangatan untuk turut serta mengikutkan lomba siswa dan guru. Sebanyak 15 orang yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 4 guru dan 10 murid berjuang dalam lomba ini. Ada tujuh lomba yang diikuti yaitu Lima lomba siswa dan dua lomba guru. Adapun lomba yang diikuti dua siswa News Reading, satu siswa Ismu Arabic, dua siswa Ismu English, empat siswa story telling, satu siswa Matematika. Sedangkan lomba guru yaitu inovasi media pembelajaran diikuti oleh empat guru dan kepala sekolah mengikuti lomba best practice.

Alhamdulillah ada empat prestasi yang diperoleh. Dua prestasi dari murid berupa medali perunggu lomba News Reading, yang didapat oleh Malika Rafa Ramadhani dan Alzena Nazira Shatara. Dua prestasi lagi dari guru berupa medali perak lomba best practice oleh saya sendiri Sonah,M.Pd dan medali perunggu dari Dian Tri Anista,S.Pd,M.Si lomba inovasi media pembelajaran. 

Medali perak yang saya dapat merupakan prestasi yang cukup sulit diraih karena di dalam lomba best practice ini pesertanya dari kepala sekolah tingkat SD/MI  Muhammadiyah dari berbagai sekolah hebat di Nusantara. Awalnya melihat grup peserta lomba dalam whatsaap sebanyak 75 orang kepala sekolah, saya berpikir sulit mendapat juara. Kemudian saya kumpulkan niat mengikuti lomba untuk memberi kontribusi kepada persyarikatan Muhammadiyah, mencari pengalaman, menjalin tali silaturrahmi dan menambah relasi. Benar karena niat tersebut, saya tidak ada beban dan obsesi untuk menang dalam perlombaan ini. Alhamdulillah yang awalnya ada 75 peserta, saat di hari lomba hanya tersisa 45 orang saja. Dari sini serasa mendapat angin segar bisa juara. 

Adapun best practice yang saya ikutkan lomba berjudul “ Go to MIER Meningkatkan minat Baca Siswa SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage”. Berbekal program baru SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage yang baru lounching ini, menginspirasi saya untuk membuat tulisan berupa best practice. Isi tulisan ini salah satunya menceritakan arti nama perpustakaan yang diambil dari bahasa Belanda yaitu MIER yang artinya semut. Diceritakan mulai dari filosofi kehidupan semut yang selalu berkoloni bersatu padu membuat rumah dan mencari makan. Besar harapannya semua murid SD Muhammadiyah 3 IKROM rajin mencari pengetahuan dengan membaca buku secara bersama-sama. Makanya untuk mendukung harapan tersebut dibuatlah program wajib membaca setiap kelas ke perpustakaan MIER.

Selain filosofi nama dalam best practic juga saya tulis desain dan fasilitas perpustakaan MIER. Juga terkait semua programnya, baik program belajar maupun lomba dan pemberian reaward yang rutin diberikan kepada murid dan guru. Setelah PPT selesai saya presentasikan, saya mendapat pertanyaan yang cukup menggelitik dari juri. Juri bertanya, “dari program ini dampak positif apa yang sudah di dapat?” saya jawab Alhamdulillah sekarang literasi baik murid maupun guru mengalami peningkatan. Budaya membaca dan menulis meningkat, bahkan setiap tahun kami mampu memproduk banyak buku Antologi  guru maupun murid. Bahkan nilai literasi dalam rapor mutu pendidikan sekolah mencapai 100 ” saya menjawab dengan penuh semangat. 

Dewan juri menjawab “ saya tertarik dengan topik best practice ibu, ini bagus sekali karena ada topik sederhana tapi mampu memberi kontribusi yang baik untuk turut serta mengentaskan permasalah rendahnya literasi di Indonesia, semoga berawal dari SD Muhammadiyah 3 IKROM ini nanti literasi negara kita meningkat”. 

OlympicAD 2024 dilaksanakan pada tanggal 6-8 Maret 2024 di lima venue yaitu Universitas Muhammadiyah Bandung, SMA dan SMK Muhamadiyah Cibiru,  Universitas Aisyiyah Bandung, SD Muhamadiyah 7 Bandung, dan Aisyiyah Boarding School. Kegiatan ini diikuti oleh 29 provinsi di Indonesia dengan 33 jenis lomba. Dadang menambahkan ada 2.403  peserta jenjang SD,  973 peserta jenjang SMP, 1.945 peserta jenjang SMA dan 276 guru dan kepala sekolah.

Beruntung bisa mengikuti event ini, besar harapannya beberapa cabang lomba dalam OLYMPICAD dapat memberikan efek positif dalam membina kemampuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dan guru. Baik guru maupun murid dapat menguji kemampuannya dalam berkompetisi secara sportif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan dirinya. Kecakapan, ide, dan keterampilannya dalam memecahkan masalah, serta kemampuannya membangun jaringan dalam bidang pendidikan juga akan tergalih.  


Komentar

Postingan Populer