SD IKROM Berbagi Praktik baik Optimalisasi Pemilahan Sampah

 SD IKROM berbagi praktik baik cara mengoptimalkan pemilahan sampah sekolah ke empat puluh delapan sekolah negeri swasta di SD Negeri Tawangsari 1, 21/04/2025. 

Berbagi praktik baik dalam acara desiminasi Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) di Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Taman merupakan bentuk tanggung jawab moril dari SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage yang telah mendapatkan ilmu dari Inovasi. Inovasi membagikan ilmu PPI dalam acara workshop telah dilaksanakan di hotel Luminor dan Aston Sidoarjo sebanyak dua kali kepada delapan belas sekolah . Delapan belas sekolah terdiri dari dua belas SD dan enam SMP baik negeri maupun swasta. Kecamatan Taman terpilih tiga SD sebagai sekolah sasaran yaitu selain SD IKROM juga ada SDN Tawangsari 1 dan SDN Trosobo 2. 


Acara desiminasi ini dilaksanakan dari pukul 08.00 sampai 11.00 dengan berbagai rangkaian acara. Adapun susunan acara tersebut diantaranya : 1) Pembukaan; 2) Menyanyikan lagu Indonesia Raya; 3)  Sambutan oleh bapak pengawas dan Ketua K3S; 4) Penyampaian materi dari tim PPI Inovasi; 5) Berbagi cerita baik dan progres dari masing-masing sekolah sasaran; 6. Lain-lain ( tanya jawab, penguatan dan kesimpulan); 6. Penutup ( doa ).


Drs. Sudarmaji, M.Si selaku pengawas kecamatan Taman dan Waru dalam pembukaan sambutannya menyampaikan harapannya "saya berharapn di momentum peringatan hari Kartini ini, semoga ibu-ibu yang hebat baik sebagai kepala sekolah maupun guru bisa menjadi kartini-kartini yang sukses dalam memperjuangkan negeri tercinta yang sedang terancam iklim yang tidak menentu ini.  Berbagai konsekwensi yang telah ditimbulkan diantaranya gagal panen, penyebaran penyakit dan suhu udara yang sangat panas ini banyak merugikan semua sistem".


Mungkin berawal dari program PPI yang telah didesiminasikan hari ini dapat menyelamatkan bumi kita dari upaya bapak ibu semua untuk mendidik murid-muridnya punya kesadaran cinta lingkungan. Imbuh Sudarmaji dalam sambutannya. 


Setelah sambutan dan acara sosialisasi PPI oleh bapak Ahmad Fatoni dari Inovasi selesai, acara dilanjutkan dengan barbagi praktik baik dan progres program dari tiga sekolah.


Sesi pertama acara berbagi Praktik baik oleh SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage. Materi PPT yang berisi tentang tujuan PPI dan penyampaian tips bagaimana SD IKROM berhasil menerapkan program PPI serta langkah-langkah menentukan program PPI ini dikupas oleh Kepala sekolah SD IKROM. 


Diah kartikawati, S.Pd selaku kaur kesiswaan memaparkan teknis pelaksanaan program PPI SD IKROM. Diah menyampaikan teknis pengumpulan sampah sampai ke bank sampah sekolah diawali dari pembuatan struktur organisasi satgas sampah. Struktur oraganisasi tersebut terdiri dari Kepala sekolah Sonah,M.Pd selaku penanggung jawab, ketua Nasruddin,SH SHI , Sekertaris Presty Nur Diana,S.Si, Bendahara 1 Erna Ulfa, SE, Bendahara 2 Diah Kartikawati,S.Pd, koordinator sampah kelas Dyta Pratikna, S.Psi, Pelaksana pengelola sampah, Nurngaini, S.Pd dan pelaksana pengumpul sampah oleh seluruh warga sekolah. 


Setelah SK Struktur organisasi telah terbentuk kemudian wali kelas membentuk satgas sampah tiap kelas dipilih empat anak yang bertugas dua anak sebagai koordinator pemilah sampah, satu siswa penimbang sampah dan satu siswa mencatat hasil timbang di jurnal sampah. Kegiatan penimbangan sampah ini dilaksanakan rutin setiap hari Jum'at dijam yang telah ditentukan supaya tidak menggangu pembelajaran. 


Adapun jenis sampah yang dipilah di kelas ada sampah botol dan sampah kertas. Kedua sampah tersebut  dipilah untuk dimanfaatkan sebagai bahan projek dan hasil karya di ekstra Krecil (Kreator Cilik) dan sisanya dijual ke bank sampah Surabaya. Alhamdulillah sebagai sekolah Adiwiyata sangat terbantu dengan adanya program PPI ini karena sekolah dapat mencatat dengan rutin progres perkembangan sampah sekolah. Bersyukur semakin lama semakin menurut sesuai dengan harapan. Imbuh Diah saat memaparkan PPTnya. 


Sesi kedua acara berbagi praktik baik di sampaikan oleh SDN Trosobo 2. Trosobo 2 menjelaskan projek PPInya berupa pengadaan tanaman teduh, Green House dan pemanfaatan sampah menjadi hasil karya. Sedangkan SDN Tawangsari 1 program PPInya berupa Green house, bank sampah, dan pembiasan baik mencuci tangan setiap selesai istirahat dan senam sehat. 


Dalam acara clossing statemen Ahmad Fatoni dari Inovasi menyampaikan tidak menyangka kalau sekolah-sekolah yang telah dilatih sejauh itu  progresnya. Meskipun hanya mendapatkan ilmu dengan cara yang sederhana yaitu berdiskusi dan membaca modul saja, tapi sekolah-sekolah ini dapat menjalankan program PPInya dengan baik. Karena Sidoarjo adalah satu-satunya daerah pertama yang mendapatkan sosialisasi PPI maka bisa jadi sekolah-sekolah ini jika tetap eksis menjalankan programnya akan menjadi sekolah rujukan PPI untuk contoh sekolah-sekolah daerah lain nantinya

Komentar

Postingan Populer